Sekilas Tentang Kopi Wine Gayo

Harga Kopi Gayo Wine

Istilah Kopi Wine atau Wine Coffee ternyata masih menjadi salah satu topik yang sering dikaji dalam diskusi kopi, ada yang mengulik berdasarkan sejarahnya, proses pengolahanya, cita rasa yang dihasilkan hingga terkadang tidak bisa terlepas dari pro dan kontra akan keberadaanya. Begitu halnya dengan Kopi Wine Gayo yang memang menjadi salah satu kopi incaran para penikmat kopi di Tanah Air maupun mancanegara.

Sumber Gambar : Kompas

Sejarah Kopi Gayo Wine

Konon, dari salah satu diskusi saya ikuti di Dataran Tinggi Gayo yang kebetulan menjadi tempat kelahiran saya sendiri, Kopi Wine Gayo memang cukup unik untuk dikaji, pasalnya bagi beberapa orang yang telah lama bergelut di bidang pengolahan kopi yang berlatar belakang quality control, kopi ini dikategorikan sebagai bagian dari defect, over fermented dan dianggap sebagai proses yang gagal.

Instagram @kopigayoasli

Pendapat tersebut diamini oleh beberapa cerita yang mengatakan bahwa sejarah Kopi Wine bermula dari ketidaksengajaan alias kelalaian dari seorang pengolah kopi. Dimana chery kopi yang seharusnya segera di pulping (giling) di hari yang sama saat dipanen berujung dipendam dan terfermentasi dengan sendirinya selama beberapa hari, prosessor yang tidak mau rugi kemudian menjemur kopi tersebut hingga kering dengan proses yang salah. Uniknya, setelah kopi tersebut di olah menjadi minuman, ada sekelompok orang yang menyukainya dan menjadi awal terbentuknya pasar kopi baru yang bernama kopi wine.

Versi yang berbeda, menyatakan bahwa Kopi Wine adalah bagian dari sebuah Inovasi yang disengaja, beberapa nama pun muncul di Gayo yang masing-masing diantaranya mengaku atau diakui sebagai pelopor penamaan dan proses Kopi Gayo Wine. Mulai dari pengaitan nama Wine karena proses fermentasi yang dilakukan pada kopi tersebut, hingga adapula pengaitan karena cita rasa dan aroma yang membentuk karakter winey pada kopi tersebut.

Proses Pengolahan Kopi Gayo Wine

Bukan Kopi Wine Gayo namanya, kalau tidak berbeda resep dan cara pembuatanya, ada yang dijemur 1-2 jam dulu setelah cherry di petik untuk kemudian di kemas dalam wadah pelastik selama 15-20 hari (Masing-masing pengolah memiliki SOP sendiri). Setelah di fermentasi, cheery kopi tersebut dijemur menggukan alas yang steril hingga siap untuk di huller, lamanya proses penjemuran relatif tergantung pada terik matahari. Biasanya Green Bean yang dihasilkan cenderung berwarna coklat muda dan cokelat tua. Biasanya semakin lama proses fermentasinya warnanya akan semakin gelap.

Secara umum sebenarnya proses pengolahan kopi wine masuk kedalam kategori dry process, hanya saja kopi wine ini melewati fase fermentasi sebelum dijemur.

Saran Seduhan Kopi Wine

Manual Brew (Tubruk, V60 dll) dan cocok juga untuk dibuat menjadi Cold Brew).

Mau Nyicip Kopi Gayo Wine?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *